" />
0

Teenagers’ Internet Use and Family Rules

Posted by mirnam08 on June 19, 2010 in Academic |

Di era globalisasi seperti saat ini, kemajuan teknologi memang sangat berkembang sangat pesat. Alat-alat komunikasi pun demikian. Salah satu nya yaitu internet. Akses internet tidak digunakan oleh orang dewasa saja, remaja bahkan anak-anak pun sudah mengenal internet. Akses internet saat ini bukan hanya masuk di kalangan masyarakat luas saja, namun juga telah masuk dalam lingkungan keluarga. Hal ini terbukti dengan adanya lebih dari setengah masyarakat rumah tangga memiliki komputer di rumahnya dengan dilengkapi akses internet.

Internet memang memiliki banyak kelebihan. Penggunanya dapat mengirim e-mail, pesan instan, mencari informasi berita terkini bahkan berbelanja online dengan sangat cepat. Hal ini yang menyebabkan beberapa keluarga memilih untuk memasang akses internet di rumah mereka dengan harapan dapat menikmati kemudahan-kemudahan yang ditawarkan akibat penggunaan internet.

Dalam lingkungan keluarga, bukan hanya orang tua yang menikmati fasilitas internet yang telah di pasang tersebut, anak-anak mereka pun dapat menggunakan nya, terutama anak-anak yang telah berusia remaja karena mungkin mereka telah mengetahui kegunaan internet sebelum nya. Internet memang cukup membantu, misalnya saja selain dapat mempermudah belajar, internet juga menyediakan beberapa program hiburan yang ditawarkan.

Tetapi, di tengah kelebihan-kelebihan yang ditawarkan tersebut, internet juga sebenarnya memiliki dampak negatif bagi para penggunanya, misalnya saja resiko terhadap situs porno, kekerasan, maupun info-info yang kurang bermanfaat bagi perkembangan otak penggunanya.

Keluarga yang memiliki anak sebaiknya harus menerapkan peraturan yang jelas dalam penggunaan internet tersebut, karena internet terkadang lebih dapat membawa dampak yang negatif kepada penggunanya apabila tidak mendapat pengawasan. Terutama para remaja. Pengawasan terhadap penggunaan internet tidak lain dilakukan untuk meyakinkan bahwa remaja sebagai pengguna akses benar-benar mendapatkan keuntungannya bukan malah mendapatkan dampak negatif yang mungkin ada. Keluarga yang menerapkan peraturan dalam penggunaan akses internet biasanya karena mereka telah sangat mengetahui dan paham kemungkinan-kemungkinan buruk yang anak mereka akan terima jika tidak diawasi.

Pengawasan dan pemberian peraturan dalam pemakaian akses internet pun berbeda-beda karena tergantung dari faktor di dalam keluarga itu sendiri. Misalnya saja pada status sosioekonomi. Keluarga dengan status sosioekonomi tinggi biasanya memiliki pendapatan lebih dan berpendidikan tinggi, orang tua nya lebih sering memonitori penggunaan akses internet pada anak-anak (remaja) mereka karena mereka berharap anak-anak mereka benar-benar mendapat hasil terbaik dari penggunaan internet tersebut. Namun pada orang tua yang memiliki pendidikan yang kurang tentang internet, mereka memonitori penggunaan akses internet dengan memasang software khusus di komputer mereka agar tidak dapat membuka situs terlarang.

Umur orang tua dan jenis kelamin cukup berhubungan dengan proses pengecekan situs yang telah di buka anak remaja mereka. Orang tua yang telah berumur kurang menyukai pengecekan situs dibandingkan orang tua yang usia nya jauh lebih muda, begitu juga dengan jenis kelamin, ayah biasanya lebih sering mengecek daripada ibu. Tetapi bagaimanapun juga usia orang tua dan jenis kelamin tidak terlalu berpengaruh terhadap peraturan yang akan diterapkan karena hal tersebut tergantung sistem dari keluarga itu sendiri.

Orang tua yang jarang berada di rumah dan jarang menggunakan internet bersama anak-anak nya biasanya lebih suka memberi peraturan yang jelas tentang prosedur pemakaian internet yang baik atau bisa juga memasang software yang khusus untuk memantau situs apa saja yang anak mereka sering buka. Hal demikian dilakukan untuk menghindari dampak negatif yang mungkin ada.

Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mengawasi penggunaan internet pada anak antara lain peraturan tentang seberapa lama anak dapat menggunakan akses internet di rumah, orang tua harus sering mengecek situs apa yang anak mereka sering kunjungi, serta orang tua harus memasang software dan menginstal penyaring di komputer agar memblok situs-situs yang berbau pornografi.

Remaja biasanya dibiarkan orang tua nya untuk menggunakan internet karena kebanyakan orang tua menganggap anak-anak remaja itu telah masuk kategori dewasa sehingga mereka dapat mengatasi konten dewasa yang mungkin mucul ketika sedang mengakses internet. Orang tua juga biasanya menceritakan dan membagi pengalaman yang mereka ketahui kepada anak mereka tentang apa saja yang dapat di lihat dengan penggunaan internet sehingga hal ini dapat memperkuat pedoman pemakaian internet yang baik untuk anak-anak remaja mereka.

Jenis kelamin dan pendidikan orang tua merupakan metode spesifik untuk mengawasi penggunaan internet pada anak. Pertama, ayah memang lebih sering mengecek situs yang anak mereka sering kunjungi, padahal yang kita tau seharusnya ibu yang memungkinkan untuk melakukan hal itu di karenakan ibu lebih banyak menghabisi waktu bersama anak dibandingkan ayah. Tetapi hal itu memang mungkin, karena bagaimana pun ayah lebih sering menggunakan internet di rumah dibanding ibu, atau ayah biasanya lebih memiliki pengetahuan lebih mengenai teknologi seperti internet sehingga dapat melakukan pengecekan.

Kedua, orang tua dengan pendidikan yang kurang tinggi lebih menyukai memasang software pemantau pada komputer mereka. Sedangkan orang tua yang pendidikan nya tinggi mengandalkan kemampuan mereka untuk mengecek situs yang digunakan anak-anak remaja mereka. Jadi mereka berfikir tidak perlu memasang software di komputer karena mereka dapat mengecek situs yang anak mereka sering kunjungi.

Pada kenyataan yang ada, seorang anak pasti mendapatkan peraturan yang berbeda-beda tentang penggunaan internet dari masing-masing orang tua, tergantung dari pola pikir serta pengetahuan yang dimiliki, namun yang sama mungkin tujuan dari pemberian peraturan yang memungkinkan agar anak-anak terutama remaja cenderung dapat bisa menikmati keuntungan dari akses internet itu sendiri, bukan malah mendapat dampak negatif sehingga dapat merusak moral dan perkembangan otak anak.

Namun bagaimanapun perkembangan teknologi sulit untuk menolak nya, apalagi akses internet yang pada saat ini hampir semua orang membutuhkan nya. Bukan hanya orang dewasa, remaja pun telah menjadikan penggunaan internet sebuah kebutuhan. Peran orang tua memang sangat dibutuhkan dalam menjaga anak-anak mereka tentang bahaya negatif yang akan timbul akibat penyalahgunaan akses internet, untuk itu peraturan dalam penggunaan internet sudah seharusnya diterapkan oleh tiap-tiap keluarga untuk menangkal penyimpangan yang ada.

0

Albert Bandura’s theory

Posted by mirnam08 on June 19, 2010 in Academic |

Teori pembelajaran sosial merupakan perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional (behavioristik). Teori pembelajaran sosial ini dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori ini menerima sebagian besar dari prinsip-prinsip teori-teori belajar perilaku, tetapi memberi lebih banyak penekanan pada efek-efek dari isyarat-isyarat pada perilaku, dan pada proses-proses mental internal. Jadi dalam teori pembelajaran sosial kita akan menggunakan penjelasan-penjelasan reinforcement eksternal dan penjelasan-penjelasan kognitif internal untuk memahami bagaimana kita belajar dari orang lain. Dalam pandangan belajar sosial “manusia” itu tidak didorong oleh kekuatan-kekuatan dari dalam dan juga tidak “dipukul” oleh stimulus-stimulus lingkungan.

Teori belajar sosial menekankan, bahwa lingkungan-lingkungan yang dihadapkan pada seseorang tidak random; lingkungan-lingkungan itu kerap kali dipilih dan diubah oleh orang itu melalui perilakunya sendiri. Menurut Bandura, sebagaimana yang dikutip oleh (Kardi, S., 1997 : 14) bahwa “sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain”. Inti dari teori pembelajaran sosial adalah pemodelan (modelling), dan permodelan ini merupakan salah satu langkah paling penting dalam pembelajaran terpadu.

Ada dua jenis pembelajaran melalui pengamatan (observational learning). Pertama, pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain atau vicarious conditioning. Misalnya seorang siswa melihat temannya dipuji atau ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya. Kejadian ini merupakan contoh dari penguatan melalui pujian yang dialami orang lain atau vicarious reinforcement. Kedua, pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku suatu model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan atau pelemahan pada saat pengamat itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model.

0

Hubungan Teknologi Informasi dengan Ilmu Keluarga dan Konsumen

Posted by mirnam08 on June 19, 2010 in Academic |

Dalam Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen salah satu nya yaitu mempelajari tentang bagaimana perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan kegiatan konsumsi. Seperti yang kita ketahui, banyak barang ataupun jasa yang tersedia. Barang dan jasa itupun di tawarkan para produsen dengan berbagai cara salah satunya tergantung sistem pemasaran yang dilakukan masing-masing pihak. Pemasaran itulah yang nantinya akan mendorong konsumen untuk membuat suatu keputusan. Persaingan antar produk di pasaran selalu mendorong produsen gencar untuk berpromosi yang dapat menarik perhatian konsumen. Promosi dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain; melalui promosi penjualan, publisitas umum, penjualan pribadi, dan periklanan.

Promosi melalui media periklanan sangatlah efisien karena menggunakan biaya rendah dan mempunyai daya bujuk (persuasif) yang kuat. Promosi melalui periklanan sangatlah efektif karena dapat memberikan informasi yang jelas terhadap produk tertentu. Iklan mengarahkan konsumen dalam menyuguhkan produk sehingga dapat diyakini untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Iklan berisi pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media agar masyarakat tertarik untuk menyetujui dan mengikuti. Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasif sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan.

Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Konsumen menganggap bahwa iklan sebagai jendela informasi sebagai paduan dalam memilih produk. Sebagai calon konsumen tentu perlu informasi yang jelas terhadap produk yang diiklankan. Melalui informasi yang jelas niscaya calon konsumen akan mempunyai keputusan untuk membeli.

Dalam pembuatan iklan itulah dibutuhkan teknologi. Teknologi tersebut dapat berupa cara mendesign produk dgn teknologi yg canggih, misal nya peralatan elektronik yg bagus. ataupun pemasaran produk dan penyebarluasan informasi dgn jaringan system informasi yg ada misal nya internet. Dalam memutuskan mengkonsumsi produk bisa dipengaruhi oleh informasi produk yang diiklankan, tampilan iklan yang menarik, dan model yang ada di iklan. Hal ini menunjukkan bahwa iklan mempunyai peran yang sangat kuat dalam membujuk konsumen yang terjaring dalam lingkarannya terbius untuk mengikuti produk yang diinformasikan. Apalagi dengan internet yang jaringan nya bisa di bilang sangat luas.

Periklanan merupakan salah satu media promosi dalam memasarkan produk yang ditujukan pada konsumen agar bereaksi mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Strategi yang sering dilakukan produsen dalam memasarkan produknya melalui media periklanan adalah membidik segmen pasar tertentu. Bila informasi yang disampaikan jelas sesuai dengan segmen tentunya akan mendapat tanggapan positif di pihak konsumen yang akhirnya membeli produk yang ditawarkan.

Selain untuk menarik minat terhadap suatu barang melalui iklan ataupun sejenis nya, teknologi seperti internet pun dapat memberikan banyak informasi penting yang bisa diperoleh. Hal itulah yang menunjukkan hubungan Teknologi Informasi dengan Ilmu Keluarga dan Konsumen. Karena teknologi informasi secara tidak langsung dapat memberi referensi yang cepat dan tepat ketika kita ingin menetukan pengkonsumsian terhadap suatu barang atau jasa.

Copyright © 2010-2016 mirnam08's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.